Senin, 20 Desember 2010

TEROBOSAN DUNIA PENDIDIKAN: “ PERCEPATAN PASTI MENUJU KARIR BERGENGSI ”



Menurunnya angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2010 dari 8,14% menjadi 7,41%, merupakan bukti adanya peningkatan ketenagakerjaan di Indonesia. Namun ironisnya pengngguran di tingkat lulusan Diploma dan Sarjana justru meningkat. Menurut Badan Pusat Statistik tingkat pengngguran di Indonesia terhitung samapi Februari 2010 mencapai 8,59 juta orang, dan tercatat sebanyak 1,22 juta orang atau 14,24% di antaranya adalah sarjana. Jumlah pengangguran sarjana meningkat dibandingkan dengan posisi tahun-tahun sebelumnya. Data BPS memperlihatkan, pada Februari dan Agustus 2009, pengangguran sarjana masing-masing hanya 12,94% dan 13,08%. Sedangkan untuk pendidikan Diploma I/II/III mencapai 15,71%.

KETENAGAKERJAAN  INDONESIA
Seiring waktu berjalan, angkatan kerja di Indonesia terus bertambah. Sementara itu lapangan kerja yang tersedia makin terbatas. Ditambah dengan adanya krisis global maka lapangan kerja semakin sempit saja. Kondisi secara langsung akan sangat mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Kini dengan laju pertumbuhan ekonomi yang terhambat, level pengangguran diperkirakan akan melonjak.
            Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang terjadi saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan peguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak semakin banyak angka penganguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
            Fenomena meningkatnya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi tentunya merupakan kritik bagi perguruan tinggi, karena ketidakmampuannya dalam menciptakan iklim pendidikan yang mendukung kemampuan wirausaha mahasiswa.  Ada tiga hambatan yang menjadi alas an kenapa orang tidak bekerja, yaitu hambatan cultural, hambatan kurikulum, dan hambatan pasar kerja. Hambatan cultural adalah segala macam hambatan yang menyangkut budaya dan etos kerja. Sementara itu hambatan kurikulum dikarenakan belum adanya standar baku kurikulum pengajaran diperguruan tinggi yang mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sedangkan hambatan pasar kerja lebih disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.
            Untuk menciptakan SDM berkualitas dan handal yang diperlukan adalah pendidikan, sebagai sebuah mekanisme kelembagaan pokok dalam mengembangkan keahlian dan pengetahuan. Pendidikan merupakan kegiatan investasi di mana juga perlu disinergikan dengan tuntutan kompetisi dalam dunia usaha dan industry. Oleh karena itu, daya saing SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.

LP3I MEMBERI SOLUSI  
            Adalah sebuah tantangan besar untuk menghasilkan generasi muda sebagai tenaga kerja yang berbakat dan siap pakai, professional, matang serta jeli dalam mengenali dan menangkap setiap peluang usaha. Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) melalui program-program pendidikannya menjawab tantangan ini. Proses belajar mengajar link and match disajikan melalui pendidikan praktis, diskusi kelompok, simulasi, role play, dan kerja praktik (on the job training). Untuk menjawab tantangan akan kebutuhan dunia kerja terhadap SDM yang professional dan siap kerja, LP3I terus melakukan inovasi sampai akhirnya merumuskan suatu program unggulan yang bernama “Accelerated Program”. Beberapa keunggulan dari program ini adalah bisa diselesaikan dalam waktu 3,5 tahun dengan mendapatkan 2 gelar yaitu D3 dan S1, dan para mahasiswanya akan dibekali dengan pengalaman kerja selama 1,5 tahun di perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia. Namun keunggulan  dari program ini tidak hanya itu saja, fasilitas penunjang seperti Notebook, buku dan CD interaktif untuk setiap mata kuliah, mentor pribadi yang professional dan siap membantu dalam proses perkuliahan, para mahasiswanya juga mendapatkan jaminan penempatan kerja 100% setelah lulus berdasarkan Carrier Point System. Carrier Point System adalah system penempatan kerja berdasarkan point (nilai) yang didapat selama proses On The Job Training, sehingga para alumni dengan Carrier Point System yang lebih tinggi, akan lebih diprioritaskan dalam penempatan kerja. Disamping itu proses belajar mengajar dalam bahasa inggris menjadikan para alumninya lebih siap menghadapi era globalisasi dan tidak gagap bahasa.
            Perangkat modul dan paket program yang aktual serta proses pendidikan yang berkesinambungan, insentif, dan partisipasif menghasilkan peserta didik yang terbukti memiliki berbagai keunggulan seperti, kompetitif, ulet, mampu bekerja dibawah tekanan, serta mampu memecahkan masalah secara sistematis dengan konsekuensi biaya minimum karena LP3I mengajarkan Total Quality Management dan Total Quality Control.
            Melihat keberhasilan model pendidikan LP3I yang berdiri sejak 29 Maret 1989, animo masyarakat pun semakin besar. Peserta didik bukan hanya dari sekitar ibu kota saja melainkan sudah merambah ke beberapa kota besar di Indonesia. Dengan program pendidikan Diploma 3 dan LP3I Course Centre ditambah Accelerated Program, tidaklah mengherankan apabila dalam kurun waktu 20 tahun, LP3I kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan yang besar dan memiliki kurang lebih 60 kampus yang tersebar di seluruh Indonesia. Animo dari dunia usaha dan industri pun tidak kalah hebat, hingga kini LP3I memiliki lebih dari 1000 perusahaan rekanan yang siap memberi masukan dari segi penyesuaian kurikulum sampai menyediakan tempat praktik maupun menerima lulusan peserta didik LP3I untuk bekerja. Beberapa perusahaan tersebut antara lain adalah, PT. BINTANG TOEDJOE, AUTO 2000, (ASTRA INT), PT. COCA COLA AMATIL INDONESIA, CAREFOUR INDONESIA, PT. PHILIPS INDONESIA.

1 komentar:

  1. LP3I telah menjadi Pioneer Link & Match di dunia pendidikan Indonesia selama ini, akan tetapi Kita harus sigap terhadap para kompetitor yang sudah menjadi follower LP3I dalam hal penempatan kerja..
    Perlu adanya penguatan Brand untuk LP3I agar tidak tersalip oleh lembaga-lembaga lain.
    Karena LP3I telah menghasilkan ribuan alumninya yang bermanfaat.

    BalasHapus